SGCWIN: Filosofi
Design Clean & Minimalist Fokus Pada Kenyamanan Mata
SGCWIN
– Sebagian orang beranggapan bahwa sesuatu harus ramai. Penuh warna. Bergerak ke sana kemari. Hanya supaya
terlihat menarik di mata orang lain. Begitupun tampilan antarmuka dari sebuah situs informasi. Padahal, pola
pikir ini nggak relevan karena di dunia yang ramai ini, sekarang orang cenderung suka sama desain tidak
berlebihan. Tak perlu menjejali halaman dengan efek, warna atau elemen mencolok. Itu cuma bikin mata lelah dan
pengguna pun pergi lebih cepat. SGCWIN ambil jalan berbeda dari kebanyakan situs. Karena platform informasi
satu ini kasih tampilan clean dan minimalis kepada user. Minimalis bukan karena nggak bisa berbuat lebih.
Minimalis justru untuk menunjukkan kalau mereka paham bahwa lebih banyak nggak selalu lebih baik. Bahwa
kenyamanan mata ialah investasi jangka panjang. Menurut SGCWIN, pengguna yang betah ialah ketika mereka terus
kembali. Less is more, frasa satu ini mungkin sangat familiar. Tapi menerapkannya dalam desain platform nggak
semudah itu. Ini tentang keberanian untuk menghapus. Mengenai kemampuan untuk bertanya kira-kira ‘Apakah
elemen ini benar-benar dibutuhkan?’ atau justru tidak sama sekali. Kadang dia juga tentang disiplin untuk
tak lagi menambahkan sesuatu hanya karena terlihat keren. SGCWIN menerapkan hal ini secara konsisten. Setiap
elemen dihadirkan tentu dengan alasan khusus. Tak ada sama sekali ornamen dianggap cuma memenuhi ruang. Tak ada
sama sekali dekorasi yang nggak punya fungsi. Clean and minimalist adalah desain jujur. Tanpa perlu mencoba
terlihat lebih dari seharusnya.
Ada
pertanyaan penting sebelum menentukan desain clean and minimalist yang diadopsi juga oleh SGCWIN. Seberapa lama
mata kita dapat melihat layar penuh sama warna cerah dan teks ukuran berbeda? Mungkin sama sekali tak lama. Ini
karena mata bekerja sangat keras dalam memproses semua informasi yang kita lihat. Setiap perbedaan warna. Tiap
perubahan ukuran. Tiap gerakan. Semua itu harus diproses sama otak. SGCWIN mengurangi beban ini. Dengan palet
warna terbatas. Tipografi seragam. Efek yang minim. Itu semua membuat mata pengguna bekerja lebih ringan. Hal
ini bukan soal membuat situs terlihat ‘membosankan’. Tapi bagaimana membuat platform menjadi
‘nyaman’. Karena saat mata pengguna nyaman, maka itu membuat mereka betah. Lalu saat pengunjung
betah, mereka akan terus kembali lagi. Salah satu prinsip desain minimalis paling penting dijunjung ialah setiap
elemen punya tujuan. SGCWIN terapkan konsep ini dengan amat sangat ketat. Warna gelap di latar belakang?
Tujuannya supaya kurangi silau sekaligus ketegangan pada mata. Aksen emas? Dia bisa kasih sentuhan nilai tanpa
berlebihan. Font yang bersih? Itu membuat teks mudah dibaca tanpa usaha. Spasi yang cukup? Dia bakal berguna
buat pisahkan informasi sehingga mudah dicerna.
Perlu dipahami bahwa satu
keuntungan besar dari desain minimalis SGCWIN ialah ketahanannya pada waktu. Situs ramai dan penuh ornamen
sering kali terlihat ‘kuno’ setelah beberapa tahun. Tren berubah dan mengalami perkembangan.
Antarmuka desain untuk platform informasi pun tak boleh terlihat tertinggal. SGCWIN tak memiliki masalah ini.
Adanya desain bersih dan sederhana, jadikan portal informasi kekinian tersebut tetap terlihat relevan seiring
waktu. Tak ada elemen terasa ‘ketinggalan zaman’. Sebab, memang mereka selalu update dan mengikuti
tren yang ada agar pengguna senang. Ini adalah desain antarmuka yang katakanlah ‘abadi’. SGCWIN
mengungkapkan bahwa desain minimalis bukanlah kekurangan. Dia termasuk dalam pilihan sadar demi utamakan
kenyamanan user. Setiap elemen ditempatkan tentu punya alasan. Tak ada hal berlebihan. Tak ada elemen terlihat
sia-sia. Di tengah dunia yang makin ramai dan bikin pusing, SGCWIN hadir sebagai ruang tenang ketika kamu
membutuhkan platform informasi. Dalam ketenangan itulah pengunjung merasa betah berlama-lama, dan kembali lagi.